KEARIFAN EKOLOGIS DALAM CERITA RAKYAT DAYAK BAKUMPAI: KAJIAN EKOKRITIK

Hestiyana Hestiyana

Abstract


This study aims to describe ecological wisdom in Bakumpai Dayak folklore using the theory of literary eco-criticism. This research method is descriptive qualitative. The source of the data in this study is the text of the Collection of Bakumpai Folklore. The data used are texts in folklore that focus on literary and environmental aspects entitled (1) “Mang Raja Haji dan Tujuh Orang Putri” and (2) “Jingah Terbang” as well as previous studies. The technique used in data collection and data analysis is text analysis technique. Text analysis techniques are used to describe the ecological wisdom values contained in Bakumpai Dayak folklore through an eco-critical approach and the relationship between Bakumpai Dayak folklore and the surrounding environment. The results of the analysis are presented in the form of a narrative text that explains the relationship between the surrounding environment and folklore. Then verification and conclusion are carried out, namely checking the data that has been collected and analyzed again. Based on the results of the study it was found that in the Bakumpai Dayak folklore "Mang Raja Haji dan Tujuh Orang Putri " and "Jingah Terbang" there are the same ecological wisdom values. Local wisdom in the Bakumpai Dayak folklore can be seen in (1) rivers and plants as ecological markers in the folklore of “Mang Raja Haji dan Tujuh Orang Putri” and (2) the jingah tree as an ecological marker in the “Jingah Terbang” folklore. The two Bakumpai Dayak folktales serve as reminders that humans should not be greedy towards the environment and always maintain the noble values of local wisdom towards the environment. The folklore also represents human life which can be fatal when the rivers and forests are not taken care of properly.

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kearifan ekologis dalam cerita rakyat Dayak Bakumpai dengan menggunakan teori ekokritik sastra. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah teks Kumpulan Cerita Rakyat Bakumpai. Data yang digunakan adalah teks dalam cerita rakyat yang berfokus pada aspek sastra dan lingkungan yang berjudul (1) “Mang Raja Haji dan Tujuh Orang Putri” dan (2) “Jingah Terbang” serta kajian terdahulu. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data dan analisis data adalah teknik analisis teks. Teknik analisis teks digunakan untuk mendeskripsikan nilai-nilai kearifan ekologis yang terdapat dalam cerita rakyat Dayak Bakumpai melalui pendekatan ekokritik serta relasi antara cerita rakyat Dayak Bakumpai dengan lingkungan sekitar. Hasil analisis disajikan dalam bentuk teks naratif yang menjelaskan hubungan alam sekitar dengan cerita rakyat. Kemudian dilakukan verifikasi dan penarikan kesimpulan, yakni melakukan pengecekan kembali data yang sudah terkumpul dan dianalisis. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa dalam cerita rakyat Dayak Bakumpai “Mang Raja Haji dan Tujuh Orang Putri” dan “Jingah Terbang” terdapat nilai-nilai kearifan ekologis yang sama. Kearifan lokal dalam cerita rakyat Dayak Bakumpai tersebut terlihat pada (1) sungai dan tumbuhan sebagai penanda ekologis dalam cerita rakyat “Mang Raja Haji dan Tujuh Orang Putri” dan (2) pohon jingah sebagai penanda ekologis dalam cerita rakyat “Jingah Terbang”. Kedua cerita rakyat Dayak Bakumpai itu berfungsi sebagai pengingat agar manusia tidak serakah terhadap lingkungan serta senantiasa menjaga nilai-nilai luhur kearifan lokal terhadap lingkungan. Cerita rakyat tersebut juga mempresentasikan kehidupan manusia yang berakibat fatal ketika sungai dan hutan tidak dijaga dengan baik.


Keywords


cerita rakyat; Dayak Bakumpai; ekokritik

Full Text:

PDF

References


Bahardur, I. & Ediyono, S. (2017). "Unsur-Unsur Ekologi dalam Sastra Lisan Mantra Pengobatan Sakit Gigi Masyarakat Kelurahan Kuranji". Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia dan Pembelajarannya, 1(2), 24-30.

https://doi.org/10.17977/um007v1i22017p024

Bennett, John, W. (2001). The Ecological Transition: Cultural Anthropology and Human Adaption. New York: Pergamon Press.

Buell, Lawrence, Ursula K., H. and K. T. (2011). "Literature and Environment." Diakses melalui www.annualreviews.org. Harvard University.

https://doi.org/10.1146/annurev-environ-111109-144855

Danandjaja, J. (2015). "Pendekatan Folklor dalam Penelitian Bahan-Bahan Tradisi Lisan". Dalam Pudentia MPSS (Ed.), Metodologi Kajian Tradisi Lisan (hlm. 63-78). Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

David, Schmidtz & Elizabeth, W. (2012). Environmental Ethics. New York: Oxford University Press.

Endraswara, S. (2013). Metodologi Penelitian Ekologi Sastra - Epistemologi Model Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Caps.

Endraswara, S. (2016a). Metodologi Penelitian Ekologi Sastra - Konsep, Langkah, dan Penerapan. Yogyakarta: Caps.

Endraswara, S. (2016b). Sastra Ekologis Teori dan Praktik Pengkajian. Yogyakarta: Buku Seru.

Fazalani, R. (2019). "Representasi Lingkungan Alam dalam Novel Sekayu Karya NH. Dini sebagai Bahan Ajar dan Pembelajaran di SMA". Tesis. Universitas Muhammadiyah Malang.

Garrard, G. (2004). Ecocriticsm. London and Newyork: Monash University.

https://doi.org/10.4324/9780203644843

Glotfelty, C. (1996). The Ecocriticism Reader. London: The University of Georgia Press.

Kasmudin, dkk. (2005). Kumpulan Cerita Rakyat Bakumpai. Marabahan: Institute for Sustainable Development (ISD).

Kaswadi. (2015). "Paradigma Ekologi dalam Kajian Sastra". Paramasastra, 2(2), 32-45.

https://doi.org/10.26740/parama.v2i2.1507

Mu'jizah, M. J., Firdaus, W., Suyatno, S., & Rohim, R. (2022). Digital Based Literature Learning Enhancement: Vista Sastra.

Pudentia (Ed.). (2015). Metodologi Kajian Tradisi Lisan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Qur'ani, Hidayah, B. (2021). "Perjuangan Tokoh Perempuan Etnis Tionghoa dalam Novel Pecinan: Suara Hati Wanita Tionghoa Karya Ratna Indraswari Ibrahim". Susastra: Jurnal Ilmu Susastra Dan Budaya, 10(1), 22-31.

https://doi.org/10.51817/susastra.v10i1.6

Ratna, N. K. (2011). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Reza, M, dkk. (2021). "Ekologi Sastra Lisan di Towale. Senarai Bastra, 1(2).

Sariban. (2009). Teori dan Penerapan Penelitian Sastra. Surabaya: Lentera Cendikia.

Semi, M. A. (2012). Metode Penelitian Sastra. Bandung: Angkasa Jaya.

Teeuw, A. (2015). Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Ilmu Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.

Umsyani, dkk. (2021). "Relasi Manusia dengan Nilai Kearifan Ekologis dalam Sastra Lisan Mantra Masyarakat Bugis: Kajian Ekokritik Glotfelty". Journal of Sciences Humanities, 1(2), 81-92.

Wahyudi, A. (2014). "Implementasi Sekolah Berbasis Kearifan Lokal di SD Negeri Sendangsari Pajangan". Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta.

Wibowo, A. (2015). Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.




DOI: https://doi.org/10.51817/susastra.v10i2.121

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

SUSASTRA: jurnal Ilmu Susastra dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License


SUSASTRA: jurnal Ilmu Susastra dan Budaya Indexed in:

       

       

 

SUSASTRA: Jurnal Ilmu Susastra dan Budaya diterbitkan oleh Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI), Grha STR, Jalan Ampera Raya nomor 11, Telepon (021) 7813708, Jakarta Selatan 12550

View My Stats