BENTUK-BENTUK PERLAWANAN (COUNTER-HEGEMONY) DALAM NOVEL SENTUH PAPUA, 1500 MILES, 153 HARI, SATU CINTA KARYA APRILIA WAYAR

Nur Afni Puji Rahayu, Mawaidi Mawaidi

Abstract


Resistance, in its various dimensions, often appears in the stories of Indonesian novels that depict the social, political, and cultural complexities of society. One example of this resistance can be found in Papua, which has yet to find a proper resolution. This resistance is largely triggered by the injustice felt by the Papuan people due to the hegemony of power imposed by the government. Using a qualitative-descriptive method, this study aims to understand the counter-hegemony reflected in the behaviors of the characters in the novel Sentuh Papua, 1500 Miles, 153 Days, One Love by Aprila R.A. Wayar. The findings of this research reveal various forms of resistance. These include violent resistance carried out by the character Lazarus and the Papuan people; passive resistance by the characters Rohan, Amelia, and political refugees; and humanistic resistance by the characters Filep Karma, Figure Theys Hiyo, Agus, Ben Tanggahma, and Hindom.

Keywords: Gramsci, counter-hegemony, novel, Papua, resistance.

 

Abstrak

Perlawanan, dalam berbagai dimensinya, sering muncul dalam cerita novel-novel Indonesia yang menggambarkan kompleksitas sosial, politik, dan budaya masyarakat. Salah satu contoh perlawanan ini terdapat di Papua, yang hingga kini belum menemukan solusi yang memadai. Perlawanan tersebut sebagian besar dipicu oleh ketidakadilan yang dirasakan oleh masyarakat Papua akibat hegemoni kekuasaan yang diterapkan oleh pemerintah. Menggunakan metode kualitatif-deskriptif, penelitian ini bertujuan memperoleh pemahaman tentang counter-hegemony yang tercermin dalam perilaku tokoh-tokoh dalam novel Sentuh Papua, 1500 Miles, 153 Hari, Satu Cinta karya Aprila R.A. Wayar. Adapun temuan dalam penelitian ini menunjukkan adanya bentuk-bentuk perlawanan. Perlawanan tersebut terdiri atas perlawanan kekerasan yang dilakukan oleh tokoh Lazarus dan masyarakat Papua; perlawanan pasif oleh tokoh Rohan, tokoh Amelia, dan pengungsi politik; dan perlawanan humanistik oleh tokoh Filep Karma, tokoh Figure Theys Hiyo, dan tokoh Agus, Ben Tanggahma serta Hindom.

Kata kunci: Gramsci, counter-hegemoni, novel, Papua, perlawanan


Keywords


Gramsci, counter-hegemony, novel, Papua, resistance

Full Text:

PDF

References


Afifah, U. N., Hasan Suaedi, & Dzarna Dzarna. (2025). Stereotip “Bad Women” dan Perlawanan Perempuan dalam Novel Karya Penulis Perempuan . Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 11(1), 775-785. https://doi.org/10.30605/onoma.v11i1.5325

Anggraeni, D. (2020). “Kritik Sastra: Antara Keberpihakan dan Otokritik” dalam Antologi Kritik Sastra: Teks, Pengarang, dan Masyarakat. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Arif, A (ed). (2022). Reportase dari Tanah Papua Konflik, Ketimpangan, dan Harapan: Kumpulan Hasil Karya Jurnalistik Peserta Fellowship Peliputan Sektor Keamanan dan Hak Asasi Manusia di Papua. Jakarta Selatan: Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia

Astuti, W.W. (2014). Formasi Ideologi Pada Cerpen ‘‘Dzikir Sebutir Peluru” Karya Agus Noor: Analisis Hegemoni Gramscian. Medan Makna, 12(2), 121-134. https://doi.org/10.26499/MM.V12I2.1034

Damono, S.D. (2020). Sosiologi Sastra. Jakarta: Gramedia.

Faruk. (2003). Pengantar Sosiologi Sastra dan Stukturalisme Genetik Sampai Post-Modernisme (Edisi Revisi). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Geleuk, M.B. (2020). Bentuk-Bentuk Hegemoni pada Tokoh Periferal dalam Novel “Pasung Jiwa” Karya Okky Madasari. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 3(1), 65-78. https://doi.org/10.30872/diglosia.v3i1.31

Gramsci, A. (1994). Letters from Prison. Columbia University Press.

Kurniawan, H. (2012). Teori, Metode, dan Aplikasi Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Kusumowardhani, I. (2024). Migrasi dan Problematika Minoritas Muslim di Negara-Negara Barat. Jurnal Keislaman, 7(1), 38–56. https://doi.org/10.54298/jk.v7i1.237

Mawaidi & Nurhadi. (2020). Eksplorasi Hantu Perempuan dalam Sihir Perempuan Karya Intan Paramaditha: Telaah Konstruksi Femininitas. Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya, 48(2), 167-176. doi:http://dx.doi.org/10.17977/um015v48i22020p167

Meivitasari, Y., & Widyatwati, K. (2023). Bentuk ketidakadilan gender dan perlawanan tokoh Kinanti dalam novel Layangan Putus (kajian feminisme eksistensialisme Simone de Behaviour). Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 6(4), 1071-1080. https://doi.org/10.30872/diglosia.v6i4.798

Pamuji, A.T.H. (2021). The Moving Body and The Rebellious Reason: Counter- Hegemony in the Prose Fiction of Laut Bercerita by Leila S. Chudori. Proceeding ECKLL IX, 9(1), 175-183. https://doi.org/10.25139/eckll.v9i01.5501

Patria, N. & Arief, A. (2009). Antonio Gramsci Negara & Hegemoni. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rusliawatia, E. & Sari, I.P. (2023). Hegemoni dan Perlawanan: Interpretasi Gramscian dalam Novel Di Kaki Bukit Cibalak. MANTRA: Jurnal Sastra Indonesia (Sastra, Bahasa, Budaya), 1(2), 60-68. https://doi.org/10.36761/mantra.v1i2.3502

Salam, A & Zuliana, R. (2024). “Kriminalisasi Terkontrol” Terhadap Bentuk dan Ideologi Dalam Beberapa Fiksi Detekfif Indonesia Kontemporer. SUSASTRA: Jurnal Ilmu Susastra dan Budaya, 13(2), 78-90. https://doi.org/10.51817/susastra.v13i2.162

Saleh, N.A. (2023). Anarkisme Aksi Demonstrasi Mahasiswa; Catatan Sang Aktivis 2009-2019. Klaten: Idebuku.

Santoso, T. (2002). Teori-Teori Kekerasaan. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Sekarningsih, A. (2000). Namaku Teweraut: Sebuah Roman Antropologi dari Rimba-rawa Asmat, Papua. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Simon, R. (2004). Gagasan-Gagasan Politik Gramsci. Yogyakarta: INSIST.

Supriyono, J. (2014). Diskursus Kolonialistik dalam Pembangunan di Papua: Orang Papua dalam Pandangan Negara. Jurnal Ultima Humaniora, 2 (1), 59-78.

Suryawan, I. (2012). Dari Memoria Passionis ke Foreri: Sejarah Politik Papua 1999-2000. Paramita: Historical Studies Journal, 22(2). doi:https://doi.org/10.15294/paramita.v22i2.2116

Wayar, A. (2018). Sentuh Papua, 15000 Mils, 153 Hari, Satu Cinta. Solo: Bukukatta.




DOI: https://doi.org/10.51817/susastra.v13i1.153

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

SUSASTRA: jurnal Ilmu Susastra dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License


SUSASTRA: jurnal Ilmu Susastra dan Budaya Indexed in:

       

       

 

SUSASTRA: Jurnal Ilmu Susastra dan Budaya diterbitkan oleh Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI), Grha STR, Jalan Ampera Raya nomor 11, Telepon (021) 7813708, Jakarta Selatan 12550

View My Stats