Representasi beban ganda perempuan dalam novel Pertemuan Dua Hati karya Nh. Dini

Mafi Sri Wahyu Tiara

Abstract


Abstract

Educational progress is the first step in the presence of open thinking and views in the context of life, especially in the involvement of women's roles. In fact, the reality in pre-struggle efforts to fulfill their rights, women are often marginalized and get space that can be said to be very limited. The structure of thought based on tradition creates its own label for women that the position of these people is indeed right. This is certainly in contrast to the position of women in the public world who are starting to become important figures, just like men. This situation is still considered taboo by the public mind, among other things because their attitude is quite closed. The purpose of this study is to determine the form of representation of the issue of the double burden of women with a feminist approach, the author tries to dissect the phenomenon of gender injustice that is unconsciously experienced by the figure of Bu Suci. This study aims to disseminate education about cases of gender injustice that are still rarely discussed in society with limited educational patterns. The method used in this study is a descriptive analysis method (qualitative). By utilizing this type of method, researchers are based on data analysis in the text that is the object of research. The results of this study indicate that the character of Bu Suci experiences a form of gender injustice, in the form of a double burden that she experiences unconsciously. Representation of the double burden of women in the character of Bu Suci. Among them are the need for extra energy in dealing with two problems at once, between her students and her own children, the lack of contribution and role of her husband to help take care of household chores, the cost of education of two siblings that she is responsible for, and she also does part-time work as an embroiderer.

Keywords: Gender Inequality, Double Burden, Women

 

Abstrak

Kemajuan pendidikan menjadi langkah awal hadirnya pemikiran dan pandangan terbuka dalam konteks kehidupan, khususnya pada keterlibatan peran perempuan. Padahal, realitas dalam upaya praperjuangan memenuhi hak-haknya, perempuan kerap kali termarginalisasikan dan mendapat ruang yang dapat dikatakan sangat terbatas. Struktur pemikiran yang berlandaskan pada tradisi menciptakan label tersendiri pada kaum perempuan bahwa kedudukan kaum tersebut memang sudah tepat. Hal itu tentu berbanding terbalik dengan posisi perempuan dalam dunia publik yang mulai menjadi tokoh penting, sama seperti laki-laki. Keadaan inilah yang masih dianggap tabu oleh pikiran masyarakat, di antaranya karena sikapnya cukup tertutup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk representasi dari isu beban ganda perempuan dengan pendekatan feminis, penulis berupaya membedah fenomena ketidakadilan gender yang secara tidak sadar dialami oleh tokoh Bu Suci. Penelitian ini memiliki maksud untuk menyebarluaskan edukasi mengenai kasus ketidakadilan gender yang masih jarang dibahas dalam masyarakat dengan pola pendidikan yang terbatas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode deskripsi analisis (kualitatif). Dengan memanfaatkan jenis metode ini, peneliti berlandaskan pada analisis data dalam teks yang menjadi objek penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh Bu Suci mengalami bentuk ketidakadilan gender, berupa beban ganda yang dialaminya secara tidak sadar. Representasi beban ganda perempuan pada tokoh Bu Suci. Di antaranya yaitu butuhnya tenaga yang ekstra dalam mengatasi dua masalah sekaligus, antara anak didiknya dan anaknya sendiri, kurangnya kontribusi dan peran suami untuk membantu mengurus urusan rumah, adanya biaya pendidikan dua saudara yang ia tanggung, serta kerja sambilan menjadi penyulam pun dilakukannya.

Kata kunci: Ketidakadilan Gender, Beban Ganda, Perempuan


Keywords


Ketidakadilan Gender, Beban Ganda, Perempuan

References


Firda, Ainul Luthfia Al Firda., dkk. (2021). Beban Ganda Perempuan dalam Rumah Tangga di Soka Gunungkidul: Pandangan Feminis dan Islam. Empati: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 10 No. 01.

Hidayati, Nurul. (2015). Beban Ganda Perempuan Bekerja (Antara Domestik dan Publik). Jurnal MUWAZAH Vol. 07 No. 02.

Kemenpppa. (2022). Glosary Ketidakadilan Gender. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. https://www.kemenpppa.go.id/index.php/page/view/23#:~:text=Contoh%20%3A%201.%20Kekerasan%20fisik%20maupun,seks%20terhadap%20perempuan%20dan%20pornografi, Diakses pada Sabtu, 25 Juni 2022 pukul 00.16 WIB.

Khasanah, Latifah Uswatun. (2021). Penelitian Kualitatif: Teknik Analisis Data Deskriptif. DQLab. https://dqlab.id/step-teknik-analisis-data-penelitian-deskriptif-kualitatif. Diakses pada Sabtu, 25 Juni 2022 pukul 22.55 WIB.

MaPPI (Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia). (2018). Ketidakadilan Gender dan Kekerasan Terhadap Perempuan Vol.II. Blog Fakultas Hukum Universitas Indonesia. http://mappifhui.org/2018/11/23/ketidakadilan-gender-kekerasan-terhadap-perempuan-vol-ii/. Diakses pada Sabtu, 25 Juni 2022 pukul 00.01 WIB.

Spradley. (2007). Gender & Pembangunan. (Yogyakarta: Pustaka Belajar).

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. (Bandung: Penerbit Alfabeta).

Sundusiyah, Deuis Chulalan. (2018). Representasi Ketidakadilan Gender dalam Film; Analisis Naratif Pesan Beban Ganda Pada Perempuan dalam Film SITI. Skripsi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Wirasandi. (2019). Wanita dalam Pendekatan Feminisme. Jurnal Ilmiah Rinjani Vol. 07 No. 02.

Yuliana. (2018). Beban Ganda Perempuan (Studi Kasus: Kajian Sosiologi Gender Masyarakat Bontobahari Kabupaten Bulukumba). Skripsi Universitas Muhammadiyah Makassar.

Yeni Herlina, dkk. (2023). Kajian Sosiologi Sastra pada Novel “Jamparing” Karya Chye Retty Isnendes. Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Vol. 5 No. 2.




DOI: https://doi.org/10.51817/susastra.v15i1.223

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

SUSASTRA: jurnal Ilmu Susastra dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License


SUSASTRA: jurnal Ilmu Susastra dan Budaya Indexed in:

       

       

 

SUSASTRA: Jurnal Ilmu Susastra dan Budaya diterbitkan oleh Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI), Grha STR, Jalan Ampera Raya nomor 11, Telepon (021) 7813708, Jakarta Selatan 12550

View My Stats