Sastra tutur Meong Palo Karellae: Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal

Kasma F. Amin

Abstract


Abstract: Meong Palo Karellae is the oral literature a ethnic Bugis is a part of the ancient literature I La Galigo. The folklore tells the story of the origin of rice which is usually performed during the planting season tradition. This research is important to preserve the old literary heritage that contains local wisdom so that generations have a reference to build strong characters. The method used is Descriptive qualitative with a Hermeneutic theory approach. The steps used are preparation of story texts, data collection, analysis, interpretation, and data triangulation. The results of the study on the oral literature Meong Palo Karellae show that there are two characters based on local Bugis wisdom, namely good and bad characters. Good characters are 1) helpful, 2) caring, 3) respecting guests, 4) tolerant, 5) preserving the environment, 6) loyal, and 7) firm on principles. Bad characters are 1) stingy, 2) selfish, 3) greedy, 4) angry. Oral literature is a bridge between the past and the present, which teaches the younger generation about local wisdom that remains relevant in responding to the challenges of the times.

Keywords: Oral Literature; Meong Palo Karellae; local wisdom, and character

 

Abstrak: Meong Palo Karellae adalah sastra tutur etnik Bugis yang merupakan bagian dari Sastra Kuno I La Galigo. Cerita rakyat tersebut mengisahkan tentang asal usul padi yang biasa dipentaskan saat tradisi masa tanam. Penelitian ini penting untuk melestarikan warisan sastra lama yang mengandung kearifan lokal agar generasi generasi memiliki referensi membangun karakter kuat. Metode yang digunakan adalah Deskriptif kualitif dangan pendekatan teori Hermeneutika.  Langkah yang digunakan adalah persiapan teks cerita, pengumpulan data, analisis, interpretasi, dan triangulasi data.  Hasil penelitian tentang sastra tutur Meong Palo Karellae menunjukkan  tentang karakter yang berbasis kearifan lokal Bugis ada dua yaitu karakter baik dan buruk. Karakter baik yaitu 1) penolong, 2) peduli, 3) menghargai tamu, 4) tenggang rasa, 5) menjaga kelestarian lingkungan hidup, 6) setia, dan 7) teguh pada prinsip. Karakter buruk yaitu 1) kikir, 2) egois, 3) tamak,  4)  pemarah. Sastra tutur menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini, yang mengajarkan generasi muda tentang kearifan lokal yang tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman.

Kata Kunci: Sastra Tutur; Meong Palo Karellae; kearifan lokal, dan karakter


Keywords


Sastra Tutur, Meong Palo Karellae, kearifan lokal, karakter

References


A Akbar & A Rahman, (2023) Tradisi Atau Pola Kehidupan Masyarakat Bugis Khususnya Di Sulawesi Selatan. Traditions Or Patterns Of Life Of The Bugis People, Especially In South Sulawesi. PINISI. Journal Of Art, Humanity And Social Studies, Vol. 3 No. 2, 2023. https://doi.org/10.33772/cakrawalalistra.v1i1.1340

Ali. Asriani, LO Syukur, (2018). Nilai Moral dalam Cerita Rakyat Bugis Meong Palo Karellae. Jurnal Cakrawala Listra. Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia. Volume 1, Nomor 1, Juni 2018. https://doi.org/10.33772/cakrawalalistra.v1i1.1340

Basri, H., & Djabbar, N. (2019). "Sastra Lisan sebagai Media Pewarisan Budaya Lokal di Sulawesi Selatan." Jurnal Antropologi Indonesia, 41(2), 7890.

Brainee, H. J. (2024). Investigating the impact of cultural awareness on language learners'motivation and proficiency. Journal of Gender, Culture and Society, 4(1), 29–38.

FA. Kasma (2023) Menakar pembelajaran Sastra Daerah di Sekolah (2024). Prosiding Seminar Nasional dan Internasional HISKI. Vol 1

FA. Kasma (2021) Pengantar Sastra Klasik Bugis-Makassar. Penerbit Garis Khatulistiwa, Makassar.

FA. Kasma (2021) Rekonstruksi of literature oF Bugis-Makassar (Stemma Model Philological Studis). Budafest International Research and Critics Institute-Jouenal (BIRCI-Journal) vol 4. No. 3.

FA. Kasma (2016) Hikayat Bugis dalam Sejarah. Phublishing House Jogyakarta.

FA. Kasma (2015 Pappaseng Ugik Penerbit Garis Khatulisiwa Makassar.

FA. Kasma (2015) The Ideologi Buginese (Study Of Culture and Lokal Wisdom) Internasional, Journal of Language Teaching and Research 6 (4), 758

G. Wirawan, dkk (2024) Nilai Kearifan Lokal Sebagai Pilar Pemertahanan Teater Tradisional Mendu Kalimantan Barat Jurnal Sawerigading Vol 8 No. 1 hal 39-55. https://doi.org/10.26499/sawer.v30i1.1250

K. Nawing, SN Alanur, M Ali J. R Kulyawan, Tri U. (2023) Penguatan Integrasi Sosial Berbasis Kearifan Lokal Lintas Budaya pada Masyarakat Multikultur Di Kecamatan Poso Pesisir Utara Kabupaten Poso. Jurnal Penelitian Pendidikan Sosial Humaniora. Vol. 8. No.1.

Kamarusdiana. (2019) Studi Etnografi dalam Kerangka Masyarakat dan Budaya (Community and Cultural Framework in Ethnographic Studies). SALAM Jurnal Sosial & Budaya Syar-I FSH UIN Syarif Hidayatullah. http://dx.doi.org/10.15408/sjsbs.v6i2.10975

Kurin, R. (2004). Safeguarding Intangible Cultural Heritage in the 2003 UNESCO Convention : a critical appraisal. Museum international, 56(1‐2), 66-77.

MS Noviar, NS Munir, S. Daud, AF Sartiady (2024. Integrasi Kearifan Lokal Suku Bugis Dalam Pendidikan: Membentuk Karakter dan Pengembangan Kepemimpinan Berkelanjutan di Sekolah JRIP ; Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran vol. 4 no 3. https://doi.org/10.51574/jrip.v4i3.2143

Macknight, C. C. (2018). Oral Traditions and Identity: The Role of Oral Literature in South Sulawesi's Culture. Jakarta: Gramedia

Macknight, C. C. (2018). The Bugis Chronicles: Heritage of the South Sulawesi People. Canberra: ANU Press

M. Ied Al Munir. (2021) Hermeneutika sebagai Metode dalam Kajian Kebudayaan; Hermeneutics as a Method in Cultural Studies. Tititan; Jurnal Ilmu Humaniora Vo. 05, No.1, Juni 2021. https://doi.org/10.22437/titian.v5i1.12508

NW Sumitri (2023) Eksistensi Cerita Rakyat dan Fungsinya dalam Kehidupan Masyarakat di Manggarai Timur. Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal. Vo. 3 No. 1. https://doi.org/10.21009/Arif.031.03.

Pengemasan Warisan Budaya Tak Benda “Paiya Lohungo Lopoli” Sebagai Atraksi Wisata Budaya Di Gorontalo Yumanraya Noho, Meilinda L. Modjo, Tazkiya N. Ichsan

Rozinda, E. I., Hardiyati, Z. P., & Dewi, S. P. (2022). Pengembangan WBTB (Warisan Budaya Tak Benda) Kota Semarang. Jurnal Riptek, 16(2), 125-136.

S. Mulyani & RD Hapsari. (2025).Peran Sastra Lisan dalam Pembentukan Identitas Budaya Daerah: Studi Kasus di Sulawesi Selatan. Prosiding Seminar Nasional Bahasa Vol 1. No. 1 https://prosiding.aspirasi.or.id/index.php/PROSEMNASBATRA/issue/view/1




DOI: https://doi.org/10.51817/susastra.v15i1.228

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

SUSASTRA: jurnal Ilmu Susastra dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License


SUSASTRA: jurnal Ilmu Susastra dan Budaya Indexed in:

       

       

 

SUSASTRA: Jurnal Ilmu Susastra dan Budaya diterbitkan oleh Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI), Grha STR, Jalan Ampera Raya nomor 11, Telepon (021) 7813708, Jakarta Selatan 12550

View My Stats