FAKTOR RISIKO PENYEBAB GANGGUAN MENTAL DALAM NOVEL LEBIH SENYAP DARI BISIKAN KARYA ANDINA DWIFATMA

Mulia Kurniati

Abstract


After getting married and having children, generally, women from the lower middle class become the ones with the most sources of stress. However, many women are forced to remain silent and compromise with their problems because society considers marital issues to be a disgrace, too domestic, and vulgar to be discussed. This causes many women to suffer from depression in silence because the causes of their mental health issues are often overlooked. With a literary psychology approach and Stuart's stress adaptation theory, this research aims to identify the risk factors causing mental disorders in the female protagonist of the novel "Lebih Senyap Dari Bisikan" by Andina Dwifatma. The method used in this research is the descriptive qualitative method. The research results show that the main character is vulnerable to mental disorders due to 1) unhealthy psychological conditions such as personality, trauma/past experiences, self-concept, psychological defenses, and moral values adhered to, and 2) unhealthy socio-cultural conditions, namely gender, social status, and local socio-cultural background.

Keywords: Lebih Senyap dari Bisikan, Andina Dwifatma, psychology, women

ABSTRAK

Setelah menikah dan memiliki anak, umumnya perempuan kelas menengah ke bawah menjadi pihak yang paling banyak memiliki sumber stres. Namun tidak sedikit perempuan yang terpaksa bungkam dan berkompromi dengan masalahnya karena masyarakat menganggap masalah pernikahan adalah aib, terlalu domestik dan vulgar untuk diperbincangkan. Hal ini menyebabkan ada banyak perempuan yang mengalami depresi dalam diam karena penyebab mereka mengalami gangguan mental kurang diperhatikan. Dengan pendekatan psikologi sastra dan teori adaptasi stres milik Stuart, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko penyebab gangguan mental pada tokoh utama perempuan dalam Novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama rentan mengalami gangguan mental karena 1) kondisi psikologis yang tidak sehat yaitu kepribadian, trauma/ pengalaman masa lalu, konsep diri, pertahanan psikologis dan nilai moral yang dianut 2) kondisi sosial budaya yang tidak sehat, yaitu jenis kelamin, status sosial dan latar belakang sosial budaya setempat

Kata Kunci: Lebih Senyap dari Bisikan, Andina Dwifatma, psikologi, perempuan


Full Text:

PDF

References


Ananta, dkk. (2023). Aspek Kecemasan Tokoh Utama dalam Novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Sastra di Sekolah. Alegori: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia, Vol. 3 No. 1

Arifia, Intang. (2021, Maret). Perempuan Rentan Alami Masalah Kesehatan Mental, Pakar Psikologi UNAIR Uraikan Penyebabnya. Newsunair.mailto:https://news.unair.ac.id/id/2021/04/26/perempuan-rentan-alami-masalah-kesehatan-mental-pakar-psikologi-unair-uraikan-penyebabnya/

Badan Pusat Statistik. (2022). Statistik Indonesia 2022, Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Dwifatma, Andina. (2021). Lebih Senyap dari Bisikan. Jakarta:PT Gramedia Pustaka Utama.

Hamdi, Asep Saepul dan E. Bahrudin, E. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif Aplikasi dalam Pendidikan, Yogyakarta: Deepublish.

K, Tasya Millenia dan Titik Indarti. (2023). Melankolia dalam Novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma (Kajian Psikoanalisis Sosial Karen Horney). Jurnal Bapala, Vol. 10 No.1

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2019). Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Indonesia tahun 2018. Jakarta: Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (LPB).

Minderop, Albertine. (2011). Psikologi Sastra: Karya Sastra, Metode, Teori, dan Contoh Kasus. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Nurdin. (2019). Turunan Sifat-Sifat Kepribadian Sanguinis dan Melankolis dalam Pemecahan Masalah Matematika. Prosiding Seminar Nasional, Vol. 4 No. 1, 78-86.

Siswanto, Wahyudi dan Roekhan, Psikologi Sastra. (2015). Malang: Media Nusa Creative.

Stuart, Gail W. (2023). Prinsip dan Praktik Keperawatan Kesehatan Jiwa Stuart Edisi Indonesia kedua (Elsevier, Penerjemah). Singapre: Elsevier Singapore Pte Ltd.

Sunaryo. (2004). Psikologi untuk Keperawatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

The World Bank. (2019). Aspiring Indonesia- Expanding the Middle Class. Washington: World Bank Publications.

Utama, Gramedia Pustaka. (2021). Lima Buku GPU Masuk Nomine Penghargaan Sastra Kemdikbudristek Tahun 2021. Gramedia Pustaka Utama. mailto:https://gpu.id/blog/news-detail/22/lima-buku-gpu-masuk-nomine-penghargaan-sastra-kemdikbudristek-tahun-2021

Yuliansyah, M. Wildan. (2016). Kesehatan Masyarakat: Kesehatan Mental. Surakarta: PT Borobudur Inspira Nusantara.




DOI: https://doi.org/10.51817/susastra.v14i1.240

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

SUSASTRA: jurnal Ilmu Susastra dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License


SUSASTRA: jurnal Ilmu Susastra dan Budaya Indexed in:

       

       

 

SUSASTRA: Jurnal Ilmu Susastra dan Budaya diterbitkan oleh Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI), Grha STR, Jalan Ampera Raya nomor 11, Telepon (021) 7813708, Jakarta Selatan 12550

View My Stats