Nilai-nilai Keyogyakartaan Pamenthanging Gandhewa, Pemanthenging Cipta pada serat Tunggul Jati

Anik Kunhanifah, Nurhidayati Nurhidayati, Ghis Nggar Dwiadmojo

Abstract


Nilai-nilai keyogyakartaan diterapkan mencerminkan akhlak dan budi pekerti baik yang sudah dilalui oleh orang jawa terdahulu. Pendidikan Keyogyakartaan adalah intisari dari nilai-nilai filosofi dan kebudayaan  Daerah Istimewa Yogyakarta yang diterapkan pada dunia pendidikan yang bertujuan untuk melestarikan budaya lokal. Tentunya hasil dari olah budaya pada zaman dahulu merupakan apa yang kita rasakan saat ini. Salah satu bukti olah pikir tentang moral yang masih kita bisa sentuh dan lihat adalah naskah. Naskah adalah tulisan tangan manusia yang berisi tentang cerita di masa lalu. Contoh dari naskah yang membahas tentang moral adalah Serat Tunggul Jati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai Keyogyakartaan yang ada dalam serat Tunggul jati. Dari penelitian ini ditemukan bahwa nilai budaya khas Keyogyakartaan itu adalah pamenthanging gendewa pemanthenging cipta. Nilai implementasi yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari antara lain berkaitan dengan mata pencaharian, wirama, wirasa. Pengendalian diri, kesabaran, ketertiban, kerja keras. Semua itu dikaitkan dengan isi dari serat tunggul jati yang berisi tentang kebutuhan manusia, yaitu jiwa, rasa, budi dan badan.

References


Wibawa Sutrisna dkk, Buku Induk Pendidikan Khas Keyogyakartaan. Yogyakarta: Dinas Pendidikan pemuda dan olahraga dewan Pendidikan DIY.

Mulyani, Hesti. 2014. Teori dan Metode Pengkajian Filologi. Yogyakarta: Astungkāra Media.

Mulyani, Hesti. (2009). Teori Pengkajian Filologi. Diktat Mata Kuliah Filologi. Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah, FBS, UNY.

Baried, Siti Baroroh dkk. 1994. Pengantar Teori Filologi. Yogyakarta: BPPFFakultas Sastra Universitas Gadjah Mada.

Subekti, P. A. (2024). Pembelajaran Diferensiasi Unggah-Ungguh Sapa Aruh Melalui Media Sinar: Implementasi Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ). Journal of Language Education Studies and Applied Linguistics, 1(1), 34-44.

Suryomentaram, J. K. A. (2018). Mindfulness in Relation to the Meaning of Life of Jemparingan (Mataraman traditional Archery) in the Perspective of Kawruh.

Barida, M., Hidayah, N., Ramli, M., Taufiq, A., & Sunaryono, S. (2021). An investigation of item difficulties in assertive communication based on Yogyakarta cultural values. Pegem Journal of Education and Instruction, 11(4), 100-109.

Susanti, N., Wahyudi, D. A., Kholifah, N., Salsabila, Z., & Sari, I. N. (2023). Revitalization of the Traditional Archery Sport Art of Jemparingan through the Unisma House of Culture and Civilization Program: Revitalisasi Seni Olahraga Panahan Tradisional Jemparingan Melalui Program Rumah Budaya dan Peradaban Unisma. Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(4), 1118-1127.

Roosinda, F. W., Lestari, N. S., Utama, A. G. S., Anisah, H. U., Siahaan, A. L. S., Islamiati, S. H. D., ... & Fasa, M. I. (2021). Metode penelitian kualitatif. Zahir Publishing.

Sutopo, E. Y., & Slamet, A (2017). Statistik inferensial. Penerbit Andi.

Paramita, W. D. (2020). Makna Dan Fungsi Jemparingan Mataraman Bagi Abdi Dalem Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat. Acintya, 12(1), 104-115.




DOI: https://doi.org/10.51817/susastra.v15i1.265

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

SUSASTRA: jurnal Ilmu Susastra dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License


SUSASTRA: jurnal Ilmu Susastra dan Budaya Indexed in:

       

       

 

SUSASTRA: Jurnal Ilmu Susastra dan Budaya diterbitkan oleh Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI), Grha STR, Jalan Ampera Raya nomor 11, Telepon (021) 7813708, Jakarta Selatan 12550

View My Stats