Analisis Wacana Erotisme dalam Ronggeng Dukuh Paruk

Endut Ahadiat

Abstract


Pada dasarnya erotisme berkaitan erat, dan bahkan didasari oleh libido, yang dalam perkembangan selanjutnya teraktualisasi dalam keinginan seksual. Akan tetapi, sebelum kita teruskan uraian tentang erotisme ini, sebaiknya kita lihat dulu kaitan makna kata itu dengan pornografi yang juga didasarkan oleh hal-hal yang berkaitan dengan nafsu seksual.

Keywords


erotisme; Ronggeng Dukuh Paruk

Full Text:

PDF

References


Ali, Lukman. 1999. Kamus besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

American Heritage Dictionary. 1985. Boston: Houhton Mifflin Campany.

Darmojuwono, Setiawati. 1994. "Erotisme dalam Bahasa" dalam Apsanti Djokosujatno

dan Ibnu Wahyudi. 1994. Erotisme dalam Sastra dan Bahasa. Lembaran Sastra

Universitas Indonesia nomor 23, November 1994.

Endarmoko, Eko. 2009. Tesaurus Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka

Utama.

Eriyanto. 2009. Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta: PT. LKis

Mohamad, Goenawan. 1981. Seks, Sastra, dan Kita. Jakarta: Penerbit Sinar Harapan

Sukri, Sri Suhandjati dan Ridin Sofwan. 2001. Perempuan dan Seksualiats dalam

Tradisi Jawa. Yogyakarta: Gama Media.

Sumardjo, Jakob. 2001. Menjadi Manusia: Mencari Esensi Kemanusiaan Perspektif

Budayawan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Tohari, Ahmad. 1988. Ronggeng Dukuh Paruk. Jakarta: PT Gramedia.

Yudiono KS, 2003. Ahmad Tohari: Karya dan Dunianya. Jakarta: PT Gramedia.




DOI: https://doi.org/10.51817/susastra.v6i1.48

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




 

SUSASTRA: jurnal Ilmu Susastra dan Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License


SUSASTRA: jurnal Ilmu Susastra dan Budaya Indexed in:

       

       

 

SUSASTRA: Jurnal Ilmu Susastra dan Budaya diterbitkan oleh Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI), Grha STR, Jalan Ampera Raya nomor 11, Telepon (021) 7813708, Jakarta Selatan 12550

View My Stats